• Jelajahi

    Copyright © GardaIndo.Com

    Iklan

    Iklan

    Urut Kaki di Monas: Bupati SBS Dinilai Tidak Punya Etika, HMS Lebih Hargai OPD dan Masyarakat

    GardaIndo.Com
    01/03/2025, 12:01 WIB Last Updated 2025-03-01T05:05:55Z Dibaca kali



    Malaka- 28 Februari 2025-
    Viral di media sosial, sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @Breyilla menampilkan sebuah momen yang mengejutkan, di mana Bupati Malaka, Stef Bria Seran (SBS), terlihat sedang diurut kakinya di hadapan banyak orang. Video tersebut menyebar luas dan langsung menjadi bahan perbincangan di kalangan netizen, terutama karena situasi tersebut melibatkan pejabat publik yang seharusnya menjaga etika dalam setiap tindakannya.


    Dalam video tersebut, SBS tampak tidak memperlihatkan sikap yang sesuai dengan protokol kepemimpinan saat berada di depan sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat Malaka yang hadir pada acara tersebut. Berbeda dengan SBS, Wakil Bupati Malaka, HMS, menunjukkan sikap yang lebih sopan, berwibawa, dan menghargai semua pihak yang hadir.


    Keberadaan video tersebut memunculkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat dan publik terkait dengan sikap para pemimpin daerah. Banyak yang menilai bahwa tindakan SBS yang sedang diurut kakinya di hadapan OPD dan masyarakat menunjukkan kurangnya etika dan rasa hormat kepada institusi dan masyarakat yang hadir pada kesempatan itu. Meski ada kemungkinan bahwa SBS kelelahan atau mengalami sakit, tindakan tersebut dinilai kurang tepat, terutama di hadapan pejabat daerah lainnya dan warga yang menyaksikan acara tersebut.


    Di sisi lain, Wakil Bupati Malaka, HMS, dalam video yang sama, menunjukkan sikap yang lebih terhormat. HMS tampak berinteraksi dengan para OPD dan masyarakat dengan penuh penghargaan dan sikap yang lebih formal. Hal ini pun membuat banyak orang berpendapat bahwa HMS lebih mampu menjaga wibawa dan lebih menghargai OPD serta masyarakat Malaka dibandingkan SBS.


    Berdasarkan kejadian ini, masyarakat pun mulai memperbincangkan kembali pentingnya etika dalam kepemimpinan. Sebagai seorang pejabat publik, seorang kepala daerah dan wakilnya diharapkan dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam hal perilaku dan sikap, baik di depan publik maupun dalam acara formal maupun informal. Tindakan SBS yang terekam dalam video tersebut dipandang sebagai contoh kurangnya kesadaran dalam menjaga citra diri dan reputasi sebagai pemimpin daerah.


    Meskipun SBS mungkin mengalami kelelahan atau kesakitan, tetap saja, cara mengatasi permasalahan fisik di hadapan publik seharusnya dilakukan dengan cara yang lebih elegan dan tidak menurunkan wibawa. Sebaliknya, HMS yang memperlihatkan sikap lebih profesional dapat dianggap sebagai contoh kepemimpinan yang lebih menghargai para pejabat dan masyarakat yang hadir.


    Kejadian ini mengundang respons beragam dari masyarakat. Sebagian mengkritik SBS karena dianggap tidak menjaga etika sebagai seorang bupati, sementara sebagian lainnya mungkin berpendapat bahwa kejadian tersebut seharusnya tidak dijadikan bahan perdebatan yang terlalu besar. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa video tersebut telah menimbulkan polemik, dan masyarakat pun semakin kritis terhadap kualitas kepemimpinan di daerah tersebut.


    Sementara itu, HMS sebagai wakil bupati mendapat pujian karena dinilai lebih menghargai orang-orang di sekitarnya, serta lebih memahami pentingnya menjaga sikap yang pantas di hadapan OPD dan masyarakat. Sebagai pemimpin yang lebih rendah jabatan, HMS justru berhasil menunjukkan sikap yang lebih terpuji dan berwibawa dalam acara tersebut.


    Hal ini menyoroti pentingnya etika kepemimpinan dalam dunia politik dan pemerintahan, terutama bagi mereka yang memegang jabatan publik. Masyarakat berharap agar para pemimpin tidak hanya memiliki visi dan kebijakan yang baik, tetapi juga mampu menjaga wibawa serta berperilaku sopan di hadapan orang banyak. Kejadian seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh pejabat publik agar selalu menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugasnya, demi memberi contoh positif bagi masyarakat.

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini